Berita

    Featured Image

    Apa Itu Tensioner Ini Fungsi dan Jenis Jenisnya

    Tensioner merupakan bagian kecil di dalam rangkaian mesin berupa bearing yang berfungsi mengatur ketegangan di bagian rantai mesin atau timing chain. Komponen ini sangat penting karena tensioner merupakan penunjang rantai keteng yang menerima putaran dari crankshaft mesin. Sebagai penunjang untuk putaran rantai keteng, tensioner perlu dirawat karena fungsinya keberadaannya sangat mempengaruhi kinerja mesin. Tugasnya adalah menjaga dan mempertahankan kestabilan rantai keteng. Jika bermasalah, maka putaran mesin tak akan stabil dan akhirnya menimbulkan kebisingan.

    Jenis Tensioner

    Tensioner sebagai penunjang rantai keteng, punya ukuran tertentu yang bisa disesuaikan dengan ukuran panjang dan pendek rantai keteng mobil. Penyetelannya tensioner yang manual, bisa dilakukan di bengkel agar pas, karena ia juga mempengaruhi halus kasarnya bunyi mesin mobil. Tensioner semi otomatis merupakan jenis yang tidak membutuhkan penyetelan yang rumit dengan mengukur tegangan rantai keteng. Ia hanya butuh merenggangkan baut penahan batang penegang untuk mengatur kerja rantai keteng.

    Untuk tensioner yang otomatis, sudah tak perlu penyetelan karena sudah disesuaikan dengan kebutuhan mobil. Bahkan teknisi tak mengatur kencangnya baut penahan, karena kencang kendornya baut juga sudah diatur pabrikan. Sebagai bagian yang bekerja dalam putaran mesin yang terus menerus, tentu tensioner juga bisa aus dan mengalami kerusakan. Hal ini tentu akan menimbulkan suara berisik pada mesin, 

    Untuk itu pengguna mobil perlu mengetahui dampak kerusakan tensioner.

    1. Suara Berisik Mesin

    Posisinya yang terletak di dalam mesin tentu, sangat sulit dijangkau. Karena itu, sebenarnya tensioner yang bekerja sesuai dengan mekanismenya tak perlu dirawat. Meskipun demikian, dalam perawatan berkala di bengkel, kondisi tensioner perlu dicek, jangan sampai sudah aus atau rusak. Biasanya pengecekan dilakukan untuk mengetahui kondisinya, apakah penyetelan tensioner yang dilakukan sendiri atau di tempat servis sendiri terlalu kencang atau kendor, sehingga menimbulkan suara yang mengganggu pada mesin saat mobil distarter.

    Berisik yang terjadi pada mesin, juga bisa terjadi karena tensioner yang aus atau semakin lemah menopang rantai keteng. Bila hal itu terjadi sebaiknya tensioner anda segera diganti, agar tidak mengganggu komponen mesin yang lain.

    2. Timing Belt Aus

    Kerusakan tensioner bukan hanya karena penyetelan yang terlalu kencang atau kendor. Hal lain bisa memicu kerusakannya adalah timing belt yang telah aus. Hal ini biasanya terjadi karena penyetelan tensioner yang tidak sesuai dengan kondisi mesin.